METODE PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF BAG. C
Halo halooo...
Apa kabar guyss, sehatt yaaaa gimana nih puasanya? Ngak kerasa ya udah 15 hari lebih kita jalanin puasa, banyak cobaannya ngak nih hehe, apalagi cobaan takjil di pinggir jalan yg buat ngiler, es campur yang kalo di liat pas panas rasanyaaa hemm banget pokoknya, ngak bisa dijelasin hehe. Gimana guys blog saya yang kemarin kemarin, menarik ngakk? Semoga menarik yaa.. nih guys kata dosen saya kalo belajar itu ngak boleh tanggung tanggung, jadi harus diselesain. Bingung mau bacanya dimana? Hehehe tenang aja kok saya akan menyelesaikan blog saya itu.
Penasaran ngak sih guys kelanjutannya gimana? Nahhh di blog saya kali ini saya bakal jelasin tetang analisis bingkai, analisis wacana dan semiotika. Materi yang saya jelasin ini merupakan kelanjutan dari materi sebelum sebelumnya lohhh... ngak usah lama lama langsung aja kita bahas yukkk
1. Analisis Bingkai
Analisis farming (bingkai) merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkapkan rahasia di balik sebuah perbedaan, bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis bingkai di pakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkau oleh media. Dengan demikian realitas sosial dipahami, dimaknai, dan dikonstruksi dengan bentukan dan makna tertentu
Dalam analisis bingkai terdapat beberapa landasan teoretik antara lain :
1. Perspektif komunikasi
2. Perspektif sosiologi
3. Perspektif psikologi
4. Perspektif disiplin ilmu lain
Selain landasan teoretik, terdapat juga konsep analisis framing. Konsep tentang frame atau framing sendiri bukan murni konsep ilmu komunikasi akan tetapi dipinjam dalam ilmu kognitif
Perbedaan karakteristik analisis bingkai dengan analisis wacana
A. Analisis Bingkai
1. Pusat perhatiaannya adalah pembentukan pesan teks
2. Untuk melihat bagaimana pesan atau peristiwa dikonstruksi oleh media
3. Konstruksi makna cenderung bersifat simbolis, laten dan pervasive
4. Teks berita mengandung sejumlah perangkat retoris
5. Tujuan menangkap bentuk konstruksi media terhadap realitas
6.kajian mengkaji masalah sintaksis, semantik, skrip, tematik.
B. Analisis Wacana Kritis
1. Lebih menekankan pada pemaknaan teks yang mengandalkaninterpretasi dan penafsiran peneliti
2. Berpretensi memfokuskan pada pesan latent
3. Bukan hanya kata, atau aspek isi lainnya yang dikodekan tetapi struktur wacana yang kompleks
4. Tidak berpretensi melakukan generalisasi dengan beberapa asumsi
5. Tujuannya menggali bagaimana "pemakaian bahasa" dalam tuturan atau tulisan
6. Kajian mengkaji wacana, ideologi, representasi
2. Analisis Wacana
Analisis wacana pada umumnya menarget language use atau bahasa yang digunakan sehari hari, baik yang berupa teks lisan maupun tertulis sebagai objek kajian atau penelitian. Jadi objek kajian atau penelitian analisis wacana adalah unit bahasa di atas kalimat atau anjuran yang memiliki kesatuan dan konteks bisa berupa naskah pidato, rekaman percakapan yang telah di naskahkan, percakapan langsung, catatan rapat, debat, ceramah atau dakwah agama.
Analisis wacana digunakan secara meluas di berbagai bidang ilmu, terutama ilmu ilmu sosial kemasyarakatan dan sering digunakan secara lintas disipliner.
Dalam kenyataannya, wujud dari bentuk wacana dapat dilihat dalam beragam buah karya di pembuat wacana
1. Text (wacana dalam bentuk tulisan) antara lain dalam wujud berita feature, artikel opini, cerpen, dan novel
2. Talks (wacana dakam wujud ucapan), antara lain dalam wujud rekaman wawancara, obrolan dan pidato
3. Act (wacana salam wujud tindakan), antara lain dalam wujud lakon drama, tarian, filn, defile, dan demonstrasi
4. Artifact (wacana dalam wujud jejak), antara lain dalam wujud bangunan, lansekap, fashion, puing.
3. Semiotika
Semiotika adalah sebuah disiplin ilmu dan metode analisis yang dapat mengkaji tanda tanda yang terdapat pada suatu objek untuk diketahui makna yang terkandung dalam objek. Semiotika terdiri atas sekumpulan teori tentanf bagaimana tanda tanda mempresentasikan benda, ide , keadaan, situasi, perasaan, kondisi diluar tanda tanda ituu sendiri. Tanda tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat informatif.
Cabang ilmu ini semula berkembang dalam bidang bahasa, kemudian dikembangkan pula dalam bidang seni rupa dan desain komunikasi visual.
Segitu dulu ya guys penjelasan yang dapat saya tulis di blog ini, thank you udah mau baca blog dari saya semoga menambah wawasan kalian yaaa... see youuu:)